Kamis, 29 September 2011

HUKUM TRUK SAMPAH

      Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke bandara, kami melaju pada jalur yang benar. Ketika, tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami, supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam sehingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
      Pengemudi mobil tersebutmengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut. Saya sangat heran dengan sikapnyayang bersahabat. Saya bertanya "mengapa anda melakukannya?orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim anda ke rumah sakit"
      Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenaiapa yang saya kemudian sebut "HUKUM TRUK SAMPAH". Ia menjelaskan bahwa banyak orangseperti truk sampah. Mereka berjalan kelilingmembawa sampah, seperti frustasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui ditempat kerja, dirumah, atau di dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalag orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
      Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak. Hidup itu 10% tentang apa yang kau buat dengan nya dan 90% tentang bagaimana kamu MENYIKAPINYA......YOU CHOOSE TO BE HAPPY OR GRUMPY...IT'S JUST A MATTER OF CHOICE!!!!
       Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan. Jangan pernah menghakimi orang lain. Biarlah kita menjadi pribadi bijak, dan mencoba introkpeksi diri, dan mencoba belajar mengerti orang lain.